Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Cabai Dan Bawang Anjlok, Pemprov Belum Punya Solusi

12 Juni 2017 | 22:26 WIB Last Updated 2017-06-12T15:26:06Z

Padang - Petani cabai dan bawang merah di Sumbar nampaknya harus bersabar ekstra, pasalnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat  belum memiliki solusi yang tepat untuk membantu para petani  terkait turunnya harga komoditas tersebut di pasaran.

"Kita tidak punya kewenangan untuk intervensi. Satu-satunya yang bisa adalah pemerintah pusat melalui Badan Urusan Logistik (Bulog)," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Senin(11/6).

Ia menduga, turunnya harga komoditas cabai dan bawang merah memasuki Ramadhan itu karena petani panen dalam waktu bersamaan hingga komoditas tersebut banjir di pasaran. Sesuai hukum ekonomi, saat stok berlimpah, harga otomatis turun.

"Ke depan, petani harus memikirkan juga jadwal tanam agar hal seperti ini tidak terjadi lagi," tambahnya. Harga komoditas cabai dan bawang merah di Sumbar turun drastis sejak awal Ramadhan 1438 Hijriah. Bawang di tingkat petani dijual Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram dan dipasaran Rp20.000 per kilogram.Padahal harga normalnya adalah Rp25.000 per kilogram.

Sementara harga cabai di tingkat petani lebih memprihatinkan lagi hanya Rp8.000 per kilogram sedangkan di Pasar Raya Padang cabai lokal saat ini dijual Rp12.000-Rp18.000 per kilogram, setelah sebelumnya di kisaran Rp24.000 per kilogram.

Sedangkan cabai yang dipasok dari luar dijual seharga Rp14.000-Rp.16.000 per kilogram, sebelumnya berada di kisaran Rp28.000 per kilogram.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura & Perkebunan Sumbar, Candra mengatakan solusi instan untuk mengatasi persoalan itu memang tidak ada.
Namun, solusi jangka panjang mungkin bisa dijajaki, seperti membuat pabrik pengolahan cabai untuk dibuat cabai bubuk atau pasta. Pabrik itu bisa dikelola swasta atau Badan Usaha Milik Daerah, bahkan Badan Usaha Milik Nagari atau Desa.

Hanya saja, untuk merealisasikan hal itu tentu perlu pengkajian lebih dalam, terutama soal pemasaran karena rata-rata warga Sumbar lebih memilih cabai segar dari pada yang telah diolah. (*)

IKLAN


×
Kaba Nan Baru Update