Padangpanjang - Tak terima dengan hasil suara yang disampaikan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Padangpanjang, Ratusan massa pendukung salah satu pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota mengamuk di Kantor KPU, Kamis (25/1) sekitar pukul 10.00 Wib.
Massa yang menuntut keadilan dari KPU meminta agar melakukan pemilihan ulang kembali, karena massa yang demo beranggapan KPU memiliki kongkalikong dengan salah satu pasangan Walikota dan Wakil Walikota lainnya, sehingga merugikan pasangan yang mereka dukung.
Massa yang merasa dirugikan pun terus melakukan perlawan ke kantor KPU, dengan mengancam akan membakar Kantor KPU apabila tidak melakukan pemilihan ulang.
Mendapatkan ancaman tersebut, KPU meminta bantuan untuk pengamanan kepada Polres Padangpanjang. Ratusan Tim gabungan dari Polri, Brimob dan TNI pun diturunkan untuk pengamanan tersebut.
Meski sudah diturunkan tim gabungan untuk mengamankan KPU, namun para massa pendemo terus menghadang dan melakukan perlawanan. Sehingga para tim gabungan terpaksa menembakan gas air mata ke ratusan massa yang demo.
Namun, hal tersebut juga tidak membuat para pendemo jera dan surut. Massa malah menjadi, dengan melakukan pembakaran dibeberapa titik. Berhasil api tidak meluas kebangunan lain, berkat cepat tanggap dari Pemadam Kebakaran Kota Padangpanjang.
Dan akhirnya, massa berhasil dilumpahkan tim gabungan dengan melepas tembakan keudara. Puluhan korban pendemo dilarikan kerumah sakit terdekat. Sementara para provokator dari massa tersebut telah diamankan.
Rangkaian kejadian diatas merupakan simulasi sistem pengamanan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di Kota Padangpanjang, yang digelar Polres Padangpanjang di Lapangan Khatib Sulaiman Bancah Laweh.
“Ini merupakan simulasi pengamanan kota pada saat pemilu nanti, dari memulai kampanye serta hari tenang, inilah contoh yang akan kita lakukan untuk mengamankan wilayah hukum Polres Padangpanjang, khususnya Kota Padangpanjang,” ungkap Kapolres Padangpanjang AKBP. Cepi Noval SIK saat ditemui Pasbana.com usai simulasi berakhir.
Kapolres mengatakan, akan menambah kekuatan saat pencoblosan dan penghitungan surat suara nanti. “KPU sudah kita amanakan sejak hari pertama pendaftaran, juga dikantor Panwaslu dengan menurunkan anggota kita. Dan kita akan tambah pengamanan apalagi disaaat penghitungan ulang nanti,” lanjut Kapolres.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dirsabara Polda Sumbar, dan bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Padangpanjang. Serta melibatkan, ratusan personil Polri, Brimob, TNI, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, KPU, Panwaslu, PPK, PPS, Linmas, dan Ratusan masyarakat Padangpanjang serta anak sekolah. (Delma)