Padangpanjang – Atraksi budaya Tari Dantiang Anak Nagari pecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) saat pembukaan Kemah Budaya Nasional (KBN) ke X, di Lapangan Khatib Sulaiman, Bancah Laweh, Senin (26/8).
Atraksi budaya dengan kategori penari terbanyak dengan menggunakan property seperti niru, payung dan piring tersebut, diikuti kurang lebih 2.200 pelajar mulai dari tingkat TK, SD, hingga SLTP.
Manager MURI, Triyono, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa sebelumnya rekor dipegang oleh Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) dalam kategori yang sama dengan jumlah penari sebanyak 1.900 orang.
“Rekor sebelumnya, kategori tari ini dipegang oleh Kabupaten Sijunjung dengan penari sebanyak 1.900 orang, dan untuk Kota Padangpanjang, penarinya melebihi Kabupaten Sijunjung,” jelasnya.
Triyono mengatakan, untuk Kota Padangpanjang rekor penari terbanyak ini tercatat sebagai rekor ke 9.134 sejak tahun 90-an. “Ini merupakan rekor 9.134 sejak MURI berdiri tahun 90-an,” papar Triyono.
Triyono mengatakan, bahwa bagian terpenting dari rekor ini yakni upaya dalam menjaga kelestarian budaya daerah. Ia menilai atraksi budaya dengan melibatkan ribuan siswa merupakan salah satu langkah pemerintah mengenalkan seni dan budaya kepada anak-anak.
“Apabila ada ajuan rekor terkait budaya, itu akan jadi prioritas bagi kami, hal itu agar setiap daerah bangga akan budaya masing-masing, sehingga dapat menjadi daya tarik didaerah tersebut,” ucapnya.
Walikota Padangpanjang, H. Fadly Amran, BBA dikesempatan yang sama menyampaikan bahwa rekor muri ini dipersembahkan kepada Rara (korban meninggal tertimpa sound system saat gladi KBN ke X, 1 hari menjelang pembukaan, yang juga salah satu peserta penari massal) dan masyarakat Kota Padangpanjang.
“Saya sangat terharu dengan penampilan atraksi tari, Rekor ini kami persembahan untuk masyarakat Kota Padangpanjang, terkhusus untuk adik kita Rara yang seharusnya ada bersama kita saat ini dan tampil bersama rekan-rekannya,” pungkas Fadly. (Del)