Pasbar - Kegiatan ma-apam yang rencananya akan dilaksanakan di Taman Hutan Kota Padang Tujuh Nagari Aua Kuniang, Kamis (13/3) mendatang, di harapkan dapat memecahkan rekor MURI dalam ma-apam.
Ketua Panitia yang juga Ketua TP PKK Pasaman Barat (Pasbar) Sifrowati Yulianto yang juga Anggota DPRD Pasbar meninjau lokasi persiapan kegiatan ma-apan
Sifrowati mengatakan, tahun 2020 ini Pemkab Pasbar telah siap untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam bentuk memasak Apam atau ma-apam dengan membuat makanan dari tepung beras yang akan dikerjakan oleh kaum hawa sebanyak 1.500 tungku.
"Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya Minangkabau khususnya di Pasbar. Tradisi ma-apam selalu dilakukan oleh masyarakat Pasaman Barat sebelum memasuki Bulan Rajab," ujar Sifrowati didampingi oleh Wakil Ketua Panitia Andrinaldi di Padang Tujuh, Minggu (8/3).
Ditambah Andrinaldi, tradisi ma-apam tersebut perlu diestarikan, karena tradisi ini dilakukan hanya pada bulan tertentu, yakni menyambut bulan suci Ramadhan dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Peserta ma-apam bebas dari semua kalangan emak-emak yang berusia 30 tahun ke atas dan peserta yang berminat tidak dipungut bayaran, bahkan panitia akan menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan, termasuk tungku,"terang Kadis Andrinaldi yang juga Kadis DLH.
Selain kegiatan ma-apam lanjutnya, panitia juga akan melaksanakan lomba foto ma-apam dan lomba logo ma-apam, pesertanya juga tak dipungut biaya. Sedangkan pemenangnya nanti tetap akan diberikan hadiah oleh panitia.
"Insha Allah, kita akan memecahkan rekor MURI, sebab memasak apam yang terbuat dari tepung beras dengan menyediakan 1.500 tungku, tentu ini baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia, dan pihak MURI dipastikan akan hadir,"tegas Andrinaldi.
Kegiatan ma-apam tersebut merupakan tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun dan juga dapat mempererat tali silatirahmi serta memperlihatkan nilai kebersamaan dan keakraban sesama kaum hawa.
"Memasak apam itu asik, penuh canda tawa dan kebahagian serta kebersamaan, hingga tradisi ini akan terus kita lestarikan. Selain itu, ada doa yang tersemat di balik tradisi tersebut," cetusnya.
Bahan dasar pembuat apam terbilang sangat mudah didapat, seperti tepung beras yang sudah ditumbuk, santan kelapa, garam, gula, dan sejumlah pemanis alami maupun gula aren.
"Semua bahan tersebut diaduk menjadi satu dan berbentuk cairan putih, hingga akhirnya setelah masak apam siap disantap sebagai makanan bersama sanak keluarga dan masyarakat,"ucapnya. (Ron)