Notification

×

Iklan

Iklan

Guru Bermutu, Indonesia Maju: PGRI Gelar Konkernas 2025 untuk Perkuat Peran Guru di Era Digital

13 Februari 2025 | 11:20 WIB Last Updated 2025-02-13T04:20:03Z



Jakarta, pasbana– Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi, peran guru sebagai pendidik dan pengajar semakin vital dalam membentuk generasi masa depan. Hal ini menjadi fokus utama dalam Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) 2025, yang digelar di Ballroom Millennium Hotel, Jakarta, pada Selasa hingga Kamis (11-13 Februari 2025). Dengan mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Guru Hebat dan Ber martabat”, acara ini menjadi wadah untuk membahas berbagai isu strategis seputar pendidikan dan kesejahteraan guru.

Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., menegaskan bahwa di era informasi yang semakin mudah diakses, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga harus menjadi pembimbing, inovator, dan agen perubahan. “Guru memiliki peran yang lebih kompleks, yaitu sebagai fasilitator yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa,” ujar Unifah dalam sambutannya.

Unifah juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Menurutnya, guru harus mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dan membimbing siswa dalam menyaring informasi secara kritis. “Era digital menuntut guru untuk terus beradaptasi dan mengembangkan metode pengajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Selain itu, Siti Hediati Hariyadi, yang akrab disapa Titiek Soeharto, turut hadir sebagai pembicara kunci. Wanita yang dijuluki sebagai Ibunda Guru Indonesia ini menyoroti pentingnya dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Program ini sangat membantu anak-anak untuk meningkatkan konsentrasi dalam belajar. Jika anak-anak fokus, guru pun akan lebih mudah menjalankan tugasnya,” ujar Titiek, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pembina Partai Gerindra.

Titiek juga mengapresiasi komitmen PGRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. “Konkernas ini menjadi bukti nyata komitmen para guru dan PGRI untuk terus mengembangkan pendidikan. Saya akan selalu bersama guru dan mengawal perjuangan mereka,” tegasnya.

Di sisi lain, perwakilan PGRI Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin oleh Drs. Darmalis, M.Pd., menyampaikan sikap tegas terkait isu Tunjangan Profesi Guru (TPG). Mereka menolak rencana penghapusan TPG dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang baru. “TPG adalah hak guru yang harus dipertahankan. Ini menjadi salah satu fokus perjuangan kami dalam forum ini,” tegas Darmalis.

Sementara itu, Ketua PGRI Sijunjung, Syaiful Husein, menambahkan bahwa Konkernas juga membahas isu-isu lain seperti percepatan sertifikasi guru, perlindungan hukum bagi tenaga pendidik, penyelesaian masalah guru honorer, dan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Konkernas PGRI ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk menyuarakan aspirasi guru dan memperjuangkan hak-hak mereka,” ujar Syaiful, yang juga menjabat sebagai Ketua SIWO PWI Sumatera Barat.

Konkernas PGRI 2025 tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga wujud nyata komitmen para guru dan PGRI dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Dengan kolaborasi antara pemerintah, organisasi guru, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat terus meningkat, menciptakan generasi yang siap menghadapi masa depan.(*/nal) 

IKLAN


×
Kaba Nan Baru Update