Solok Selatan, pasbana – Layanan bus DAMRI dengan rute Kawasan Seribu Rumah Gadang, Kabupaten Solok Selatan, menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan sebaliknya, mulai diminati masyarakat.
Dengan tarif terjangkau, layanan ini menjadi alternatif transportasi yang efisien bagi warga yang hendak bepergian melalui bandara terbesar di Sumatera Barat tersebut.
Menurut Muhammad Rega Setiawan, sopir DAMRI rute Solok Selatan-BIM, antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah penumpang yang terus meningkat.
"Sekarang penumpangnya ada terus dan cukup ramai, cuma memang belum penuh. Mungkin masih banyak yang belum tahu," ujarnya saat dihubungi di Padang Aro.
Rega menambahkan, masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini bisa langsung datang ke Menara Songket di Kawasan Seribu Rumah Gadang, Sungai Pagu.
Pelaksana Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup, dan Perhubungan Solok Selatan, Mimi Ariesma Putri, menyatakan bahwa kehadiran bus DAMRI dengan tarif terjangkau ini sangat membantu masyarakat, terutama menjelang momen-momen penting seperti Lebaran Idul Fitri.
"Selain tarif yang sangat murah, fasilitasnya bagus karena armada yang digunakan baru, nyaman, dan aman bagi penumpang," jelas Mimi.
Bus DAMRI ini menawarkan beberapa keunggulan, di antaranya penggunaan armada baru yang dilengkapi AC dan jadwal keberangkatan rutin. Hal ini memudahkan penumpang dalam merencanakan perjalanan.
Layanan ini beroperasi dari Rabu hingga Minggu, dengan jadwal keberangkatan dari Seribu Rumah Gadang pukul 06.00 WIB dan dari BIM pukul 14.00 WIB.
Meskipun awalnya direncanakan beroperasi Senin hingga Jumat sesuai jam kerja pegawai, permintaan tinggi pada akhir pekan membuat jadwal diubah.
Keberadaan bus DAMRI rute Solok Selatan-BIM tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan aksesibilitas transportasi yang mendukung sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
"Ini merupakan langkah strategis untuk mendukung konektivitas antarwilayah, terutama menuju bandara sebagai pintu gerbang pariwisata," ujar Mimi.
Saat ini, jumlah armada yang melayani rute Solok Selatan-BIM hanya satu unit, sesuai dengan kontrak antara DAMRI dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan armada jika permintaan terus meningkat.
Selain rute Seribu Rumah Gadang-BIM, DAMRI juga menyediakan layanan bus dengan rute Padang Aro-Ulu Suliti. Tarif yang ditawarkan lebih terjangkau, yaitu Rp15 ribu untuk umum dan Rp5 ribu bagi pelajar.
Layanan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, khususnya pelajar, dengan harga yang ramah di kantong.
Dengan berbagai keunggulan dan tarif yang terjangkau, layanan bus DAMRI di Kabupaten Solok Selatan diharapkan semakin meningkatkan kenyamanan dan kepuasan masyarakat dalam bepergian, sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.(rel/ant)