Notification

×

Iklan

Iklan

Ketika Allah SWT Jadi 'Backup' Utama dalam Dakwah

26 Maret 2025 | 20:33 WIB Last Updated 2025-03-26T21:38:57Z



(Sebuah Refleksi At-Taubah 122-123: Dari Mekah hingga Medsos, Logika Ilahi Tak Pernah Kedaluwarsa)


Pasbana - Pernah merasa sendiri di tengah misi dakwah? Bayangkan para sahabat Nabi yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari, berdiri di depan kabilah-kabilah Arab yang gagah dan angkuh. Modal mereka cuma dua: iman di dada—plus backup dari Sang Pemilik Langit dan Bumi.  

Lalu, sejarah mencatat: Mekah, Madinah, hingga Yaman bertekuk lutut. Bukan karena pedang yang berkilat, tapi karena branding tauhid yang powerful plus endorsement langsung dari Allah SWT.  

"Allah bersama orang-orang yang bertakwa," (QS. At-Taubah: 123).  

Kalimat singkat ini bukan sekadar quote penyemangat di feed Instagram. Tapi track record Ilahi: siapa yang serius di jalan-Nya, Dia akan jadi partner paling reliable. Bukan ghosting, bukan slow response—tapi real deal.  

Dakwah Zaman Now: Tak Perlu Jutaan Followers, Cukup Satu "Allah Bersamamu"


Ibnu Katsir dalam tafsirnya menggambarkan bagaimana Allah memenangkan Rasul-Nya di seluruh penjuru Jazirah Arab. "Orang-orang berbondong-bondong masuk Islam," tulisnya.  

Pertanyaannya: Apa rahasianya? 

1. Jangan overthinking jumlah personel.
   - Ayat 122-123 At-Taubah tidak bicara resources melimpah, tapi kualitas ketakwaan. 
 
   - Lihatlah Musa vs Fir’aun: staf Nabi Musa cuma tongkat, tapi shareholder-nya Allah.  

2. Dakwah bukan solo mission, tapi teamwork ilahi.

   - Kata kuncinya: "Wa’lamu annallaha ma’al muttaqin" (Ketahuilah Allah bersama orang bertakwa).  

   - Jika hari ini kita merasa kecil di tengah arus trending yang toxic, ingat: Allah concern pada ketulusan, bukan viralitas.  

3. Tuhan sedang hire orang-orang bertakwa untuk proyek besar.

   - Syaratnya? "Mengerahkan seluruh potensi" (ayat 122).  

   - Artinya: jangan setengah-setengah. Jika dakwah di medsos, jadikan ia tool, bukan sekadar aesthetic.  

Catatan Kaki untuk Aktivis Dakwah yang Lelah


- "Allah tidak butuh influencer, tapi game changer."
  - Yang penting bukan engagement rate, tapi keberpihakan pada kebenaran.  

- "Jangan takut di-cancel, takwa itu anti-mainstream."

  - Jika Nabi saja dicaci, kita yang level-nya masih newbie harus siap di-bully.  

- "Maiyatullah (kebersamaan Allah) itu seperti Wi-Fi: tak terlihat, tapi speed-nya ultimate."

  - Jika connection-mu kuat, pertolongan-Nya bisa datang dari arah tak terduga.  

Di era yang memuja likes dan view, At-Taubah 123 mengingatkan: "Allah endorse orang bertakwa, bukan influencer".

Jadi, sebelum scroll  medsos sambil overdosis keputusasaan, ingatlah:  
"Jika Allah sudah jadi backup, siapa yang bisa ngalahin kita?"

Wallahu a’lam bish shawab.  

#TajukRenang #DakwahTanpaBaper #AllahTheBestBackup


26 Ramadhan 1446 H.
Sanitsaka

IKLAN


×
Kaba Nan Baru Update