Padang, pasbana - Dalam rangka memperingati hari Film Nasional, Bioskop Minikito dan Padang Berisi[k] menggelar pemutaran dan diskusi film dengan tajuk “Sinema Malam”. Kegiatan dilaksanakan di Minarko Andalas, 24 Maret 2025 malam.
Malam itu cukup ramai. Puluhan orang yang berasal dari berbagai komunitas di kota Padang tampak hadir memenuhi bangku cafe. Acara dipandu oleh Putra "Ambon" Stand Up Indo Padang, yang juga merupakan pemilik dari Minarko Andalas.
Film yang dibedah berjudul “Hujurat”, karya Yasir Coeg (27). Film yang berdurasi kurang lebih 7 menit ini berkisah tentang persahabatan dua orang anak laki-laki beda etnik dan agama yaitu Tasamuh (Husain) dan Ucok (Habib). Tasamuh adalah pemuda Minang beragama Islam, sedangkan Ucok adalah pemuda Batak beragama Kristen. Keduanya bersahabat sejak lama dan tinggal di Alahan Panjang – Solok.
Suatu hari Tasamuh dan Ucok menghadapi ujian dari pertemanan mereka. Mereka berboncengan dengan sepeda onthel dan hendak berwisata ke Bukittinggi. Pertengkaran dimulai ketika Ucok lupa membawa bekal yang disiapkan oleh amak (ibu) Tasamuh untuk mereka. Tasamuh marah karena menurutnya Ucok hal tersebut tidak jadi persoalan. Perdebatan mulut terjadi. Tasamuh dan Ucok berpisah di tengah jalan. Keduanya merenung dan akhirnya saling mencari untuk berbaikan.
“ Film ini untuk edukasi antar umat beragama. Apapun perbedaan agamanya, kita adalah sesama manusia yang harus saling mengerti dan menghormati. Lagi pula, setiap ajaran agama mengajarkan soal toleransi dan kebaikan. Dalam agama Islam, Hujurat dan Tasamuh bermakna saling menghormati dan menghargai perbedaan,” ujar lelaki yang merupakan lulusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Indonesia (UIN) Imam Bonjol Padang. (25/3)
Film Hujurat diproduksi kurang lebih 2 bulan dengan 14 kru. Film ini juga dalam rangka mempromosikan kota Bukittinggi sebagai kota wisata. Karenanya ada adegan yang menampilkan landscape keindahan kota Bukittinggi seperti janjang seribu, fly over kota Bukittinggi dan lainnya.
Film ini masuk dalam 10 besar festival Film Pesona di UIN Bandung. Selain itu juga tayang dan didiskusikan di berbagai tempat seperti Festival Film Aceh, Festival Film Islami Lampung, UIN Bali, UIN Makassar, UIN Mataram, Kampus Muhammadiyah di Jawa dan beberapa UIN di Sumatera.
Setelah pemutaran, dilanjut dengan diskusi yang dipandu oleh Dony Eros, kurator dari Bioskop Minikito. Narasumber diskusi yang hadir diantaranya Firdaus (akademisi, Dosen Sosiolog), Hendra Sukmana (Manajement Artist, OG Talent Manajement) dan Yasir Coeg (Film Maker, Produsen MYPRO Film).
Diskusi berlangsung kurang lebih 1 jam. Berbagai hal yang dibahas mulai dari proses kreatif membuat film, narasi yang dibangun, kapasitas talent hingga soal perizinan untuk membuat film indie di Padang.
“ Salah satu persoalan film maker indie di kota Padang adalah soal perijinan. Padahal salah satu semangat film adalah untuk mempromosikan wisata kota. Karenanya butuh regulasi yang bisa mempermudah perijinan. Karena dampak positifnya juga untuk kemajuan pariwisata,” ujar Donny Eros.
Dibya P.S Rosa dari Padang Berisi[K] menyebutkan bahwa Padang Berisi[K] adalah wadah untuk mengadvokasi regulasi terkait perfilman indie di Sumatera Barat. Menurutnya, persoalan perijinan yang berbelit membuat sineas sulit mempromosikan wisata kota.
Oscar, Direktur Bioskop Minikito menyampaikan bahwa diskusi dan pemutaran film sineas lokal akan rutin dilakukan tiap bulan di Minarko Andalas.
“ Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ruang yang mempertemukan antara sineas, masyarakat dan pemerintah agar bisa saling mengapresiasi dan bersinergi. Jika semua bisa saling kolaborasi, akan lahir banyak ide yang bisa digunakan melalui jalur film untuk meningkatkan ekonomi UMKM melalui promosi wisata daerah,” pungkas Oscar.
Kegiatan Bioskop Minikito didukung oleh berbagai pihak diantaranya Minarko, Stand Up Indo Padang, Sindikat Sinema Soematra, OG Talent Management, Padang Acting School, Honesty Film, iCinema, MYPRO Film, Padang Berisi[K], Honesty Creative. Serta media partner antara lain Ontime.id, Sesumbar.com, Essa TV, Essapers.com, Independenekspos.com dan Sumbarsatu.com.(rilis)