Notification

×

Iklan

Iklan

BMKG Prediksi Hujan dan Potensi Longsor di Sumbar Saat Puncak Arus Balik Lebaran 2025

05 April 2025 | 15:09 WIB Last Updated 2025-04-05T08:09:11Z



Padang, pasbana – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau memperingatkan masyarakat akan potensi hujan di sejumlah lokasi di Sumatra Barat (Sumbar) pada puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 2025. Selain itu, BMKG juga merilis peta zona rawan longsor yang perlu diwaspadai para pemudik guna mengantisipasi risiko bencana alam.  

Kepala BMKG Klas II Minangkabau, Desindra Deddy, menjelaskan bahwa pada April 2025, Sumatra Barat masih berada dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.  

"Memang pada April ini diprediksi masih akan terjadi hujan di beberapa lokasi di Sumatra Barat. Karena ini masih peralihan dari musim hujan ke musim kemarau," kata Desindra dalam keterangan resminya, Sabtu (5/4/2025).  

BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat disertai petir, antara lain:  
- Talamau hingga Gunung Tuleh: Hujan disertai petir (siang-sore), hujan ringan (pagi-malam).  
- Palupuh: Hujan ringan (siang-sore), hujan disertai petir (malam).  
- Tandikek Malalak: Hujan petir (siang-malam).  
- Lembah Anai: Hujan disertai petir (malam), hujan ringan (siang-sore).  
- Sitinjau Lauik: Hujan ringan (pagi-dini hari).  
- Alahan Panjang: Hujan ringan (siang-sore).  
- Bonjol hingga Lubuk Sikaping: Hujan petir (siang-sore), hujan ringan (malam).  
- Kapur IX hingga Pangkalan: Hujan petir (siang-sore), hujan ringan (malam-dini hari).  
  
BMKG telah merilis peta zona rawan longsor dengan memadukan data Badan Geologi tentang pergerakan tanah dan prediksi cuaca.  




"Peta dari Badan Geologi itu kami overlay dengan perkiraan cuaca yang berpotensi hujan di Sumatra Barat," jelas Desindra.  

Beberapa titik yang perlu diwaspadai meliputi kawasan Talamau, Bonjol, Palupuh, Tandikek Malalak, Lembah Anai, Kapur IX Pangkalan, Sitinjau Lauik, dan Alahan Panjang.  

Sebagai langkah antisipasi, BMKG telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Balai Jalan Nasional.  

"Seperti Balai Jalan sudah meletakkan alat beratnya di beberapa titik tersebut. Jika terjadi longsor, mereka bisa langsung melakukan tindakan. Mudah-mudahan tidak terjadi longsor pada arus balik besok," ujar Desindra.  

BMKG mengimbau masyarakat untuk:  
1. Menghindari berhenti di lokasi rawan longsor jika terjadi hujan deras.  
2. Memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG.  
3. Mengikuti arahan petugas di lapangan jika terjadi kondisi darurat.  

Dengan persiapan matang dan kewaspadaan tinggi, diharapkan arus balik Lebaran 2025 di Sumatra Barat dapat berjalan lancar dan aman dari ancaman bencana alam.  (rel/bd)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update