Notification

×

Iklan

Iklan

Infrastruktur Sumbar Melesat: Dari Flyover Hingga Tol Pertama, Ini Proyek Strategis yang Siap Mengubah Wajah Ranah Minang

05 April 2025 | 15:20 WIB Last Updated 2025-04-05T08:20:21Z



Pasbana – Jika ada satu kata yang pantas menggambarkan Sumatera Barat akhir-akhir ini, itu adalah "bergerak". Bukan hanya gerak budaya dan pariwisatanya yang memesona, tapi juga derap pembangunan infrastrukturnya yang kian menggeliat. Menjelang Ramadan 1446 H, pemerintah menegaskan komitmennya: Ranah Minang tak boleh tertinggal dalam lomba pembangunan nasional.  

Dalam sebuah pertemuan bernuansa *high-level* di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, duduk berdialog dengan Menteri PUPR, Dody Hanggodo, plus jajaran Dirjen Bina Marga. Agenda utamanya? Membahas lima proyek strategis yang bakal menjadi *game changer* bagi Sumatera Barat.  

Lima Proyek, Satu Misi: Membuka Sumatera Barat Lebih Lebar
Pemerintah tak main-main. Kelima proyek ini bukan sekadar breaking ground atau pengaspalan biasa, melainkan ikhtiar menghubungkan ekonomi, memangkas kemacetan, dan mempercepat distribusi logistik. Berikut highlight-nya:  

1. Flyover Sitinjau Lauik: Menyambung Panorama, Memotong Kemacetan
Bayangkan: Anda melintasi Lubuk Kilangan, lalu melihat konstruksi megah jalan layang yang membentang. Inilah Flyover Sitinjau Lauik, yang groundbreaking-nya dipastikan maksimal Maret 2025. 
Dikerjakan oleh BUMN pelat merah, Hutama Karya, fase pertama ditargetkan on track 2027. Tak berhenti di situ, proyek ini akan berlanjut dengan Flyover Sitinjau Lauik Panorama—sebuah ikon baru yang mungkin akan jadi spot favorit para traveler.  

2. Tol Padang-Sicincin: "Jalan Bebas Hambatan" Pertama di Sumbar yang Siap Diresmikan
Inilah tol perdana di bumi Minang! Setelah konstruksi rampung awal 2025 dan lulus Uji Laik Fungsi (ULF) Januari lalu, jalan sepanjang 36,6 km ini tinggal menunggu green light dari Presiden Prabowo Subianto untuk diresmikan. Dampaknya? Waktu tempuh Padang-Sicincin dipangkas drastis, arus logistik kian lancar, dan pariwisata semakin accessible.  

3. Pasar Raya Fase 7: Pusat Ekonomi Baru yang Ditunggu Pedagang
Pasar Raya Padang telah lama jadi denyut nadi perekonomian lokal. Kini, fase terakhir pembangunannya digenjot, siap menjadi magnet baru bagi pedagang dan konsumen. Harapannya, pasar ini tak hanya ramai oleh transaksi, tapi juga jadi simbol kebangkitan UMKM Sumbar.  

4 & 5. Perbaikan Jalan Air Dingin & Payakumbuh-Lintau: Sentuhan Akhir untuk Akses yang Lebih Manusiawi  
Dua ruas jalan ini mungkin tak se sexy flyover atau tol, tapi perannya vital. Jalan Air Dingin akan dibenahi demi menghindari bottleneck transportasi, sementara ruas Payakumbuh-Lintau—yang jadi penghubung strategis—akan dinaikkan kualitasnya. 

Masyarakat setempat pasti paham: jalan yang baik berarti mobilitas yang lebih mudah, harga barang lebih stabil, dan konektivitas antardaerah kian erat.  

Pertemuan Andre Rosiade dan Dody Hanggodo bukan sekadar meeting biasa. Ini adalah sinyal: pembangunan infrastruktur di Sumbar sedang dipacu, dan pemerintah ingin memastikan tak ada yang miss dari timeline.  

Di balik proyek-proyek ini, ada harapan besar: Sumatera Barat tak hanya dikenal dengan rendang dan jam gadangnya, tapi juga dengan infrastruktur yang membuat warganya bangga. Kini, tinggal menunggu realisasi. Semoga tak sekadar wacana, tapi benar-benar menjadi jalan baru menuju kemajuan. (*)  

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update