Notification

×

Iklan

Iklan

Syawwal: Bulan Penyempurna Ibadah Kita

02 April 2025 | 17:51 WIB Last Updated 2025-04-02T10:51:41Z



Pasbana - Ada rahasia besar di balik enam hari Syawwal. Rasulullah Saw. bersabda: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu melanjutkannya dengan enam hari di Syawwal, ia seperti berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim). 
Angka yang fantastis, bukan? Tapi, bagaimana matematika pahala ini bekerja?  

Setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipat. Puasa Ramadhan (30 hari) menjadi 300 hari (10 bulan), dan enam hari Syawwal berubah menjadi 60 hari (2 bulan). Hasilnya? 10 + 2 = 12 bulan—genap setahun! 

"Siapa membawa kebaikan, baginya sepuluh kali lipat." (QS. Al-An’am: 160). Begitu murah hati-Nya, hingga kita diberi bonus ibadah tanpa harus bersusah payah.  

Utang Puasa Dulu atau Langsung Syawwal?


Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, jangan buru-buru "menggandakan niat". Mayoritas ulama menegaskan: lunasi dulu utang, baru puasa sunah Syawwal. Menggabungkan niat wajib dan sunah dalam satu waktu? Tidak sah. 

Namun, jika ingin "paket kombo" puasa sunah—misal, Syawwal sekaligus Senin-Kamis—itu boleh. Syekh Bin Baz dan Utsaimin membolehkannya.  

Haruskah Enam Hari Berturut-turut?


Tidak perlu! Fleksibilitas adalah kemudahan. Bisa dilakukan berurutan, selang-seling, atau bahkan hanya di hari-hari tertentu (misal: Senin-Kamis selama tiga pekan). 

Yang penting, genap enam hari sebelum Syawwal berakhir. Lewat dari itu? Sayang, tiket "puasa setahun" sudah tertutup.  

Mitos Syawwal yang Terlalu Lama Dipercaya


Ada yang masih enggan menikah di Syawwal karena takut "sial"? Nabi Muhammad Saw. justru membantahnya dengan menikahi Aisyah ra. di bulan ini. 

Mitos Jahiliah yang menganggap Syawwal sebagai bulan petaka telah dipatahkan oleh Sunnah. Pernikahan adalah rahmat, bukan ramalan nasib.  

Syawwal: Bulan Kedua untuk Lebih Baik


Ramadhan melatih disiplin, Syawwal menguji konsistensi. Enam hari ini ibarat post-training session—menguatkan apa yang sudah dibangun. 

Jangan biarkan kemenangan Idul Fitri pudar begitu saja. Lanjutkan dengan puasa, perbaikan diri, dan tentu saja: jauhi mitos yang tak berdasar.  

"Sebab, kebaikan yang sejati adalah yang berkelanjutan."

3 Syawal 1446 H
Sanitsaka

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update