Padang, pasbana – Sehari menjelang perayaan Idul Fitri 1446 H, volume sampah di Kota Padang mengalami peningkatan signifikan, mencapai hampir dua kali lipat dari hari biasa.
Data terbaru dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat kenaikan sebesar 180%, didorong oleh aktivitas bersih-bersih rumah warga menyambut hari raya.
Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, mengonfirmasi bahwa TPA Air Dingin menerima kiriman sampah jauh lebih tinggi dari biasanya pada Kamis (3/4/2025).
"Iya, ada kenaikan volume sampah warga yang diantar ke TPA Air Dingin sehari menjelang Lebaran kemarin," ungkap Fadelan saat dihubungi Jumat (4/4/2025).
Menurutnya, peningkatan tersebut wajar terjadi karena masyarakat secara masif membersihkan rumah, mengganti perabot, dan mempersiapkan hidangan Lebaran. "Warga banyak yang membersihkan rumah, otomatis banyak sampah yang dihasilkan," jelasnya.
Menyikapi lonjakan tersebut, DLH Kota Padang mengambil sejumlah langkah antisipatif, termasuk:
1. Menambah ritase pengangkutan sampah ke TPA Air Dingin.
2. Mempekerjakan petugas ekstra dengan sistem lembur untuk memastikan sampah terangkut tepat waktu.
3. Mengoptimalkan armada truk sampah agar tidak terjadi penumpukan di permukiman.
"Warga tak perlu khawatir karena kondisi ini hanya bersifat sementara. Setelah Lebaran, pengangkutan sampah akan kembali normal," tegas Fadelan.
Lonjakan sampah sebelum Lebaran merupakan fenomena tahunan di berbagai daerah, termasuk Padang. Namun, DLH mengimbau masyarakat agar:
- Memilah sampah organik dan anorganik untuk memudahkan pengolahan.
- Mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai saat berbelanja kebutuhan Lebaran.
- Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan untuk mencegah penyebaran di jalan.
Badan Lingkungan Hidup Nasional (BLHN) mencatat, pola serupa terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, dengan kenaikan sampah antara 150-200% selama musim Lebaran.
Kenaikan volume sampah di Kota Padang sebelum Lebaran 2025 menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan lingkungan. Namun, dengan respon cepat DLH setempat, diharapkan dampaknya dapat diminimalisir.
Pemerintah dan masyarakat perlu berkolaborasi untuk menjaga kebersihan kota, tidak hanya saat hari raya, tetapi juga secara berkelanjutan. (Rel/tsa)